Edutainment Nusantara

LETS MAKE HARMONY

Kamis, 10 November 2022

Aksi nyata Modul 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya

aksi nyata dalam modul 3.2 berisi kegiatan sosialiasi aset maupun diskusi dengan stake holder SD N 5 wangon. setiap kegiatan nantinya di buatkan dokumentasi berupa notulen, foto kegiatan. selain dokumen tersebut juga adanya paparan konsep tentang aset yang dimiliki sekolah.

berikut gambaran hasil notule diskusi aset dengan kepala sekolah.

Lampiran II Notulen Diskusi aset dengan kepala sekolah

 

 

NOTULEN

Aksi nyata Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

1. Notulen diskusi aset dengan Kepala Sekolah

Jalannya acara:

Acara di mulai pukul 09.00 wib pada hari Jumat, 28 Oktober 2022

Diskusi berlangsug antara saya selaku CGP dengan Kepala SD N 5 Wangon.

Diskusi berlangsug hangat dengan saling membicarakana asset yang dimiliki dan pemetaannya.

Berdasarkan hasil diskusi dengan kepala sekolah bahwa asset yang dimiliki SDN 5 Wangon yaitu:

a. modal manusia

SD N 5 Wangon memiliki 1 kepala sekolah, guru kelas sebanyak 6 orang, guru penjas 1, guru agama 2, staf 1 dan penjaga sekolah 1.

Kepala sekolah sudah berijazah S1 dengan pangkat golongan ruang Pembina/IVb. Kepala sekolah memiliki sertifikasi pendidik.

Guru kelas 6 orang. Dengan rincian 3 orang PNS dan memiliki sertifikat pendidik sedang sisanya masih tenaga honorer.

Guru agama 2 orang dengan status PPPK dan sudah memiliki sertifikat pendidik.

Guru PJOK 1 orang dengan status honorer dan berijazah S1.

Staf 1 yang juga sebagai pustakawan.

Penjaga kemanan 1 status honorer.

b. modal social

lingkungan masyarakat masih pedesaan. Sehingga ramah dan kental dengan sifat gotong royong. Masyarakat juga sangat menghormati guru SDN 5 Wangon.

Masyarakat slatri kooperatif untuk diajak kerja sama membangun kemajuan pendidikan SD N 5 Wangon.

Selain sifat warga slatri yang ramah, juga ada sanggar kegiatan seni kuda lumping di Slatri. Kegiatan ini yang mengoperasikan seniman muda bernama Mas Joko.

c. modal fisik

memiliki sarpras yang kondisinya sangat baik.

Gedung SDN 5 Wangon memiliki 6 ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, dapur sekolah, perpustakaan, mushola dan tempat parker. Halam yang luas memungkinkan murid bermain atau berolah raga dengan leluasa.

Tahun 2022 menerima bantuan pembangunan pagar keliling. Rehab kamar mandi juga menerima bantuan perangkat computer berupa chrome book sebanyak 15 unit.

SD N 5 Wangon juga sudah memiliki jaringan WIFI Iconet afiliasi PLN.

Modal fisik ini tentu sangat menunjang proses kelancaran belajar murid.

d. modal lingkungan alam

dekat dengan area persawahan, sungai dan kebun. Lokasi desa sangat nyaman untuk belajar diluar kelas.

e. modal finansial

modal finansial memiliki sumber dana BOS sebagai operasional sekolah dalam memenuhi kebutuhan sekolah. dana BOS yang diterima SDN 5 Wangon tahun 2022 sebesar 100.800.000,-

dana ini digunakan sekolah untuk memenuhi kebutuhan belanja barang jasa dan modal untuk mendukung kelancaran program pendidikan.

f. modal politik

modal politik SD N 5 Wangon menjalin hubugan kerja sama dengan Pemerintah Desa Wangon, Puskesmas Wangon dan Polsek Wangon.

Pemerintah desa sangat mendukung langkah SD N 5 Wangon dalam pelaksanaan pendidikan.

Puskesmas Wangon juga sering mengadakan sosialisasi kesehatan.

Polsek wangon pemberian dukungan dalam mencegah terjadinya gangguan kemananan maupun program yang meemrlukan dukungan kepolisian.

g. modal agama dan budaya

masyarakat slatri juga termasuk masyarakat yang religious. Mayoritas warga nahdiyin sehingga taat dengan ulama maupun pemerintah.

Adanya suasana reigius di desa membuat sekolah tidak bingung daalm menjalin komunikasi maupun mendukung kegiatan literasi keagamaan.

Sebagain besar murid juga mengaji dengan ulama setempat.

 

Berdasarkan pemetaan asset yang diberikan kepala sekolah. menurutnya masih perlu strategi dan pemanfaatan yang optimal agar tercapai tujuan pendidikan di SD N 5 Wangon.

Sekolah masih haru berbenah. Melihat potensi maupun kekurangan yang harus ditingkatkan.

Tujuannya agar bisa memberikan pelayanan yang baik kepada murid terutama pendidikan yang berpihak pada murid.

Acara diskusi dengan kepala sekolah di tutup pada pukul 11.00 wib.

Acara di tutup dengan ucapan terimakasih, motivasi dan salam penutup

 

 

Wangon, 28 Oktober 2022

notulen


Binton Mustofa


Dokumentasi kegiatan diskusi aset dengan kepala sekolah:




Dokumentasi kegiatan diskusi aset dengan rekan sejawat:



Dokumentasi kegiatan diskusi aset dengan komite/tokoh masyarakat:


Dokumentasi kegiatan diskusi aset dengan wali murid:



Dokumentasi kegiatan diskusi aset dengan wali murid:


peta konsep paparan tentang aset: https://youtu.be/SzhHB9q6Jbs

Senin, 07 November 2022

Ruang diskusi eksplorasi konsep modul 3.3 Perencanaan Program sekolah berdampak positif pada murid

Perencanaan Program Sekolah yang Berdampak Positif Pada Murid

Binton Mustofa, S.Pd

CGP Angkatan 5 Kabupaten Banyumas

SD N 5 Wangon


MODAL LINGKUNGAN/ALAM

Sebagian besar berada di daerah pedesaan yang memiliki suasana nyaman, tenang, kondusif untuk melaksanakan pembelajaran. Disamping itu dekat      dengan area persawahan, perbukitan yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran.

 

MODAL MANUSIA: Guru, KS, Murid, Warga  S ekolah

 

PROGRAM SEKOLAH DENGAN TAHAPAN BAGJA: PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH

 

Buat Pertanyaan

·    Apa yang membuat siswa lebih nyaman di sekolah, agar bisa berkembang dengan optimal?

·      Bagaimana lingkungan sekolah dapat berperan dalam pembelajaran?

 

2. Ambil Pelajaran

· Pada saat pembelajaran diluar kelas, anak-anak menjadi lebih aktif, kreatif dan lebih menghargai alam

 

GALI MIMPI

·      Murid lebih mencintai lingkungan hal ini ditunjukan ketika murid, lebih aktif dalam proses pembelajaran di luar kelas

·      Hasil belajar murid lebih baik, hal ini ditunjukan dengan nilai

·      Ulangan harian murid lebih tinggi

·      Guru mampu mengoptimalkan media alam dalam proses pembelajaran hal ini ditunjukan kemampuan guru menjadikan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran

·      Guru merubah konsep yang abstrak dalam materi menjadi lebih nyata, hal ini ditunjukan dengan menghubungkan materi pembelajaran secara kontekstual

 

JABARKAN RENCANA

·      Guru Menganalisis materi mana yang bisa diajarkan melalui proses pembelajaran

di luar kelas

·  Guru membuat RPP dan merancang media pembelajaran yang sesuai dengan konsep pembelajaran di luar kelas

·  Guru berkoordinasi dengan kepala sekolah, pemilik lahan dan wali murid agar proses pembelajaran nantinya berlangsung kondusif ( untuk memperkuat koordinasi sekolah dengan pemilik lahan membuat MOU)

·   Guru mensetting lingkungan yang akan dijadikan tempat pembelajaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

·      Murid dan guru berkoordinasi sebelum melakukan proses pembelajaran di luar kelas

·      Proses pembelajaran diluar kelas dilaksanakan

·      Refleksi dan evaluasi kegiatan pembelajaran di luar kelas

 

ATUR EKSEKUSI

Penanggung jawab:

  • ·         Kepala Sekolah
  • ·         Komite Sekolah
  • ·         Pemilik lahan

Pengarah:

  • ·         Dewan Guru

Pelaksana Kegiatan:

  • ·         Guru

Pembantu Umum:

  • ·         Penjaga Sekolah

PROGRAM SEKOLAH YANG BERDAMPAK PADA MURID


Senin, 31 Oktober 2022

Jurnal Refleksi Modul 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya

 Jurnal Refleksi Modul 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya

Kamis, 27 Oktober 2022

 

Minggu ke 4 bulan oktober saya sudah memasuki modul 3.2 pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Memasuki modul ini saya sangat gembira karena materinya tidak sepadat modul 3.1. materi ini mudah di cerna karena cakupan tidak terlalu luas serta konten materi sederhana. Menelaah materi modul 3.2 saya megenal istilah asset serta pendekatan berbasis asset.

Ternyata dalam lingkungan sekolah atau komunitas memiliki banyak asset. Apabila asset tersebut dikelola dengan baik maka dapat tercapai tujuan bersama. Asset bisa di optimalkan tanpa harus mengandalkan sponsor atau tarikan dana dari pihak tiga dalam pelaksanaan kegiatan.

Hambatan yang saya alami saat mengikuti modul ini adalah Kendal jaringan sinyal internet. Maklum, memasuki musim hujan. Terlebih bulan oktober musim hujan sedang lebat bahkan petir ikut berteriak membuat bulu kuduk ku bangkit. Alhamdulillah hambatan itu dapat saya atasi dengan menggunakan jaringanseluler yang lebih ramah meski harus merogoh anggaran lebih. Maklum sebelumnya hanya mengandalkan jaringan wifi di sekolah.

Dengan menggunakan jaringan pribadi membuat jaringan lebih aman. Kegiatan pembelajaran menjadi lancar. Saya merasa senang dalam modul. Saya menjadi tertantang untuk menghitung asset yang dimiliki sekolah saya. Ada 7 modal asset yang bisa dikelola untuk mencapai tujuan. Ada pendekatan berbasis asset. Ada juga deficit sebagi contoh pendekatan yang kurang baik karena hanya mengandalkan tarikan dana pihak ke tiga atau harus membeli baru. Itu terjadi tanpa harus melihat bahwa ada asset yang masih bisa dikelola serta dimanfaatkan.

Ketika saya menerapkan aksi nyata maka betapa besarnya peluang yang bisa dimanfaatkan demi kemajuan sekolah/komunitas pendidikan. Wawancara dengan stoke holder seperti Kepala sekolah, guru tendik kemudian komite bahkan tokoh masyarakat. Melihat proses jalannya wawancara saya menyimpulkan bahwa masukan mereka juga asset. Asset yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan. Ini bisa menjadi saran atau uji sebelum pengemabilan keputusan.

Esok saya harus bisa menginventarisir asset yang dimiliki sebuah lembaga sekolah. kemudian pemetaan potensi berupa kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki setiap saat. Strategi pengelolaan asset kemudian bagaimana cara pemanfaatannya. Jika kita sudah tau asetnya, cara memanfaatkannya maka tidak perlu ada keraguan untuk melangkah demi tercapaianya sebuah tujuan yang baik. Semua asset yang dimiliki apabila mampu mengelola dengan baik maka setiap kekurangan apalagi kelebihan bisa digunakan untuk mencapai tujuan.

Tidak perlu mempertentangkan kelemahan yang dimiliki rekan guru atau melambungkan kelebihan suatu rekan. Namun, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki bagaimana pemanfaatannya agar sinkron dengan tujuan lembaga. Saya mungkin tidak bisa memaksakan harus sama dengan prinsip yang saya miliki. Namun hormati kekurangannya. Jika kita memaksakan kekurangannya agar selalu mengikuti diri kita berpotensi menimbulkan benturan. Jadi, dari kekurangan itu pasti ada hal yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan lembaga. Itulah pengelolaan asset yang harus saya kuasai.

 

Demonstrasi Kontekstual: Modul 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

MODUL 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

BINTON MUSTOFA

SDN 5 WANGON

CGP ANGKATAN 5 BANYUMAS

 

DESKRIPSI TAGIHAN:

Setelah kita bersama-sama berproses, berlatih melihat, dan mengidentifikasi aset serta kekuatan yang dimiliki daerah bersama rekan lainnya, saatnya kita menganalisis tayangan video praktik baik yang menggambarkan pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan kualitas pembelajaran murid. Dalam menganalisis video ini, CGP kembali mengaitkan pengetahuan mengenai visi, prakarsa perubahan, dan BAGJA yang sudah didiskusikan pada modul 1.3 sebelumnya.

 

NARASI HASIL ANALISIS VIDEO BAGIAN I:

Setelah mencermati tayangan video tentang praktik baik yang dilakukan guru dalam memanfaatkan sumber daya sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menurut saya Visi dari sekolah tempat guru tersebut mengabdi adalah "Mewujudkan merdeka belajar dengan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi murid". Berdasarkan visi sekolah tersebut, maka guru (dalam tayangan video) mencoba melakukan prakarsa perubahan : menciptakan  lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan untuk meningkatkan minat dan partisipasi belajar murid. Pertanyaan utama yang mendasari implementasi atau eksekusi terhadap prakrsa perubahan yang telah dirancang yaitu "Bagaimana cara menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi murid?"

 

NARASI HASIL ANALISIS VIDEO BAGIAN 2:

Jika dilihat dari tahapan BAGJA, maka kegiatan yang telah dilakukan guru dalam tayangan video tersebut meliputi: B (Buat pertanyaan), pada tahap ini guru memberikan pertanyaan pemantik kepada murid di kelas "apa yang ada di benak/pikiran kalian tentang penyemangat belajar?" yang dijawab oleh murid dengan jawaban yang bervariasi. Tahap kedua, A (Ambil pelajaran), guru dalam tayangan video memberikan tugas kepada murid secara berkelompok untuk mengunjungi kelas lain (II dan VI) untuk meilihat kondisi kelas dan menanyakan apa yang disenangi murid di kelas tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Pada tahap G (Gali mimpi), Guru tersebut menyuruh murid membayangkan suasana kelas impian mereka, setelah itu murid membuat sketsa tentang suasana kelas impian dan kemudian mempresentasikan di depan kelas oleh masing-masing kelompok. Sketsa hasil diskusi dilanjutkan ke tahap J (Jabarkan rencana), di mana pada bagian ini, guru bersama murid membuat daftar hal apa yang harus dilakukan/dipersiapkan, selanjutnya dilakukan pembagian tugas yang akan dikerjakan oleh setiap kelompok. Tahap yang terakhir adalah A (Atur eksekusi), pada bagian akhir ini setiap kelompok mengerjakan tugas yang telah diberikan yaitu menata ruang kelas agar lebih menarik, lebih nyaman dan menyenangkan, agar murid lebih bersemangat lagi dalam belajar.

 

NARASI HASIL ANALISIS VIDEO BAGIAN 3:

Peran pemimpin yang tergambar dari tayangan video tersebut adalah bahwa                        seorang  guru                harus        selalu  berupaya meningkatkan kualitas pebelajaran yang berpihak pada murid dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekolah untuk mendukung tumbuh kembang potensi, minat, dan kebutuhan belajar murid. Guru dalam tayangan video telah menunjukkan kemampuan dalam              mengelola kelas yang baik dan menciptakan lingkungan          belajar   yang nyaman dan menyenangkan sekaligus mengahdirkan suasana belajar yang aktif dan kreatif.

 

Berdasarkan analisis tayangan video praktik baik, modal utama yang dimanfaatkan oleh pemimpin pembelajaran adalah  Modal  Manusia (sekolah memiliki guru-guru yang kreatif, kompeten, dan saling mendukung dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan, kreativitas murid dalam membuat sketsa dan kemampuan berkolaborasi). Modal Fisik (kondisi fisik sekolah khususnya ruang kelas sangat mendukung sebagai media pengembangan kreativias murid dalam membuat sketsa dan menghias ruang kelas, banyak kayu bekas meja dan kursi yang tidak terpakai untuk digunakan membuat rak buku di kelas, dalam hal sarana dan prasarana terlihat bahwa sudah ada kelas yang lain yang sudah memiliki ruangan yang nyaman sehingga bisa dijadikan sebagai inspirasi bagi murid di kelas lain. Modal Sosial (guru di sekolah tersebut saling mendukung dan berkolaborasi dalam komunitas praktisi, begitu juga dengan pada murid memiliki kemampuan bekerja sama dalam kelompok dalam mewujudkan kelas sebagai lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan.